Penyebab dan juga solusi perawatan gigi sensitif

Ibukota – Rasa ngilu yang muncul tanpa peringatan pada waktu makan atau minum sesuatu yang mana panas, dingin, atau manis bisa saja jadi tanda bahwa Anda mengalami gigi sensitif. Tantangan ini cukup umum, tetapi kerap kali dianggap sepele.
Padahal, gigi sensitif bisa jadi berubah menjadi sinyal adanya kecacatan lapisan pelindung gigi atau permasalahan keseimbangan mulut lainnya. Untungnya, situasi ini bisa jadi diselesaikan dengan perawatan yang tepat kemudian pembaharuan kebiasaan harian.
Lantas, apa semata pemicu lalu cara mengatasi rasa ngilu pada gigi sensitif? Simak penjelasan berikut ini yang tersebut telah lama dihimpun dari berubah-ubah sumber.
Penyebab gigi sensitif
Ada berubah-ubah kebiasaan sehari-hari yang dimaksud tanpa disadari dapat menyebabkan lapisan pelindung gigi (enamel) menipis, sehingga menyebabkan gigi sensitif. Berikut ini beberapa hal yang mana umum bermetamorfosis menjadi penyebabnya:
1. Terlalu kerap mengonsumsi makanan atau minuman asam dan juga manis
Makanan juga minuman yang tersebut tinggi kadar asam atau gula dapat mempercepat pengikisan enamel. Contohnya seperti buah sitrus (jeruk, lemon), minuman bersoda, es teh, juga makanan manis seperti permen, cokelat, lalu sirup. Ketika sisa makanan manis tertinggal ke gigi, bakteri mulut akan mengubahnya bermetamorfosis menjadi asam, yang lambat laun mampu merusak enamel dan juga menyebabkan rasa ngilu.
2. Menyikat gigi terlalu kuat
Tekanan yang mana terlalu keras pada waktu menyikat gigi, atau menggunakan sikat dengan bulu kasar, dapat menghasilkan lapisan enamel terkikis. Akibatnya, lapisan dentin yang digunakan sensitif mampu terbuka juga memicu rasa nyeri atau ngilu pada waktu makan lalu minum.
3. Kebiasaan menggertakkan gigi (Bruxism)
Menggertakkan gigi, baik ketika stres atau tanpa sadar ketika tidur, dapat menyebabkan permukaan gigi aus dan juga menurunkan ketebalan enamel. Dalam jangka panjang, hal ini memiliki kemungkinan memperparah sensitivitas gigi.
4. Faktor usia
Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami gigi sensitif juga meningkat. Biasanya mulai terasa pada waktu memasuki usia pertengahan 20-an hingga 30-an. Oleh sebab itu, penting untuk melindungi kebiasaan merawat gigi sejak dini.
5. Efek samping dari perawatan gigi
Beberapa prosedur perawatan gigi seperti scaling (pembersihan karang gigi), tambal gigi, atau pemasangan crown sanggup memproduksi gigi terasa sensitif untuk sementara waktu. Namun, gejala ini umumnya akan mereda di beberapa hari setelahnya perawatan dilakukan.
Cara mengatasi gigi sensitif
1. Pilih sikat gigi dengan bulu lembut
Ganti sikat gigi Anda dengan yang digunakan memiliki bulu lembut untuk menghindari kecacatan tambahan lanjut pada enamel. Hindari menyikat gigi dengan tekanan berlebihan. Sikat juga dengan aksi lembut, teristimewa di area gusi, agar tak menyebabkan iritasi atau luka.
2. Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif
Rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif bisa saja membantu meredakan rasa ngilu. Pasta jenis ini umumnya diformulasikan agar tiada menyebabkan iritasi. Beberapa hasil bahkan mengandung materi terlibat seperti novamin yang membantu membentuk lapisan pelindung pada dentin yang mana terbuka.
3. Batasi konsumsi makanan serta minuman yang bersifat asam atau manis
Mengurangi asupan makanan lalu minuman yang tersebut mengandung gula juga asam dapat memperlambat kerusakan enamel. Sebagai alternatif, konsumsi makanan kaya serat seperti buah dan juga sayur, dan juga produk-produk susu yang mengandung kalsium. Jika mengonsumsi makanan asam atau manis, segera bilas mulut atau gosok gigi setelahnya agar sisa-sisanya tiada menempel terlalu lama dalam gigi.
4. Hentikan kebiasaan menggertakkan gigi
Menggertakkan gigi, baik ketika sadar maupun tidur, mampu memperparah sensitivitas. Bila Anda sulit mengendalikan kebiasaan ini, teristimewa pada waktu tidur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi. Jika hal ini berkaitan dengan stres atau gangguan jiwa emosional, berkonsultasi dengan psikolog bisa jadi berubah menjadi solusi.
5. Gunakan produk-produk perawatan gigi yang digunakan mengandung fluoride
Fluoride membantu menguatkan enamel gigi kemudian mengempiskan rasa sensitif. Anda dapat menggunakan obat kumur atau produk-produk perawatan lain yang dimaksud mengandung fluoride pastikan untuk memilih sesuai rekomendasi dokter.
6. Pertimbangkan perawatan khusus dari dokter gigi
Bila keluhan gigi sensitif telah sangat mengganggu, perawatan profesional mungkin saja dibutuhkan. Perawatan yang dimaksud dapat meliputi tambal gigi, perawatan akar, hingga perawatan gusi. Dokter juga dapat memberikan pernis fluoride atau sealer untuk membantu melindungi dentin yang digunakan terbuka.
Artikel ini disadur dari Penyebab dan solusi perawatan gigi sensitif






