Idul Adha 2025, kurban kambing atau patungan sapi, mana lebih banyak utama?

Ibukota – Ibadah kurban berubah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan di Islam, teristimewa bagi umat Muslim yang dimaksud miliki kemampuan finansial. Islam memberikan tiga pilihan jenis hewan yang tersebut boleh dijadikan kurban, yakni unta, sapi, dan juga kambing. Dari ketiganya, jumlah keseluruhan daging yang mana dihasilkan kerap dijadikan pertimbangan di menentukan keutamaan berkurban.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak yang digunakan mulai mempertimbangkan pilihan hewan kurban apakah tambahan utama berkurban kambing secara pribadi atau sapi secara kolektif? Pertanyaan ini kerap muncul tiap tahun, seiring dengan pertimbangan nilai ibadah, keutamaan syariat, hingga situasi perekonomian masing-masing.
Berikut ini akan mengulas secara lengkap mengenai hukum kurban, pilihan jenis hewan yang mana sesuai syariat, dan juga pandangan ulama terkait keutamaan setiap pilihan kurban, mengutip portal Nu online dan bervariasi sumber lainnya.
Hukum ibadah kurban
Ibadah kurban memiliki hukum sunnah muakkad, yakni amalan sunnah yang dimaksud sangat dianjurkan. Setiap Muslim yang dimaksud memiliki kemampuan disarankan untuk melaksanakannya ketika Hari Raya Idul Adha tiba. Tradisi kurban ini sudah pernah dianjurkan sejak masa kenabian, dengan tujuan memberikan faedah bagi sesama kemudian mempererat solidaritas sosial.
Di Indonesia, jenis hewan yang dimaksud umum digunakan untuk kurban adalah sapi, domba, kemudian kambing. Dalam pelaksanaannya, penting untuk memperhatikan bukan belaka jumlah agregat daging yang mana dihasilkan, tetapi juga kualitasnya agar kegunaan kurban tambahan optimal bagi penerima.
Lebih utama mana, kurban kambing sendiri atau dengan sapi patungan?
Hewan kurban yang mana paling baik adalah yang dimaksud berasal dari harta yang halal dan juga berkualitas. Niat berkurban semata-mata sebab Allah akan memberikan faedah bukan cuma secara spiritual, tetapi juga sosial, khususnya bagi mereka yang mana membutuhkan daging kurban.
Jenis hewan yang mana diperbolehkan untuk kurban adalah kambing, sapi, serta unta, sebagaimana disebutkan pada Al-Quran:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ
Artinya: “Bagi setiap umat sudah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar merek mengumumkan nama Allah menghadapi binatang ternak yang digunakan dianugerahkan-Nya untuk mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira untuk orang-orang yang digunakan rendah hati lagi taat (kepada Allah).” (QS. Al-Hajj: 34)
Ustadz M. Musbasysyarum Bih menyarankan bahwa kurban dapat direalisasikan secara pribadi dengan seekor kambing atau secara kolektif dengan seekor sapi. Ia menekankan bahwa untuk kambing lebih tinggi utama dikerjakan secara perseorangan, sedangkan untuk sapi dan juga unta diperbolehkan secara patungan.
Terkait hal ini, Ustadz Hengki menambahkan bahwa patungan kurban diperbolehkan maksimal untuk tujuh khalayak pada satu ekor sapi. Maka dari itu, pada memilih jenis hewan kurban, hendaknya mempertimbangkan kemampuan ekonomi setiap-tiap lalu menyesuaikannya dengan keadaan keuangan.
Setiap hewan yang dimaksud disyariatkan untuk kurban memiliki keistimewaan masing-masing. Baik kambing maupun sapi, keduanya bernilai ibadah, asalkan diniatkan sebagai bentuk ketaatan serta pendekatan diri untuk Allah SWT.
Namun, ada pandangan ulama yang mana mengkaji bahwa kurban kambing secara pribadi mempunyai keutamaan tersendiri dibandingkan dengan berkurban sapi secara kolektif.
Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Khathib Al-Syarbini di kitabnya:
وأفضل أنواع التضحية بالنظر لإقامة شعارها بدنة ثم بقرة لأن لحم البدنة أكثر ثم ضأن ثم معز لطيب الضأن على المعز ثم المشاركة في بدنة أو بقرة أما بالنظر للحم فلحم الضأن خيرها وسبع شياه أفضل من بدنة أو بقرة وشاة أفضل من مشاركة في بدنة أو بقرة للانفراد بإراقة الدم
Artinya: “Lebih utamanya macam-macam kurban dengan mengawasi pertimbangan syiar adalah unta kemudian sapi, oleh sebab itu daging unta tambahan banyak. Kemudian domba, kemudian kambing kacang, sebab lezatnya daging domba melebihi kambing kacang, kemudian berkurban kolektif di unta atau sapi. Adapun mengawasi daging, maka daging domba adalah yang tersebut terbaik. Tujuh ekor kambing lebih besar utama dari satu ekor unta atau sapi. Satu ekor kambing lebih banyak utama dari kurban unta atau sapi secara kolektif, sebab tersendiri pada mengalirkan darah.” (Syekh Khathib al-Syarbini, al-Iqna’ Hamisy Hasyiyah al-Bujairimi, juz 4, hal. 334)
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kurban kambing yang mana dijalankan secara pribadi mempunyai nilai lebih banyak pada hal keutamaan syiar kemudian pelaksanaan ibadah, akibat pahala dari hewan yang digunakan disembelih sepenuhnya diperoleh oleh satu orang, tidak dibagi dengan kontestan kolektif. Adapun untuk sapi, diperbolehkan dilaksanakan secara kolektif maksimal oleh tujuh orang. Jika lebih banyak dari tujuh, maka kurban yang dimaksud tak sah secara syariat.
Artikel ini disadur dari Idul Adha 2025, kurban kambing atau patungan sapi, mana lebih utama?






